Kamis, 13 Maret 2008

Pasangan Seks dari Internet Lebih Rawan Risiko PMS

Anda mencari cinta di tempat yang salah?Ehm... bisa jadi, jika Anda berhubungan dengan dunia cyber untuk mencari patner seks.

Studi terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa siapa yang mencari patner seksual online berisiko tinggi terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV daripada mereka yang mencari patner dengan 'jalan tradisonal'.

“Mereka punya banyak pasangan-pasangan seksual, seks yang lebih berisiko dan lebih banyak sejarah PMS," kata Mary McFarlane, seorang peneliti psikologi di CDC di Atlanta yang langsung melakukan penelitian.

Bukan Seperti Jasa Kencan Online

Populasi ini sangat bereda dengan pria yang mencari pasangan hidup melalui online

tambah TMcFarlane, dan tidak bisa diaplikasikan ke semua 'kamar bicara' (chatting) dan pada Website-website biro jodoh.

Penelitian yang dipublikasikan belum lama ini di Journal of the American Medical Association, mempelajari grup spesifikasi tinggi tidak bertipe dari populasi umum yakni 856 orang yang mendatangi klinik di Denver untuk tes AIDS. Sekitar 2/3 dari mereka yang dites adalah heteroseksual.

85% populasi ini--yang selanjutnya dinamakan offline group — tidak mencari seks dengan orang di internet. 50%--122 pria dan 13 wanita menyatakan mereka mendapat patner seks dari internet. Dari grup itu, mereka mengaku juga sukses mencari patner seks online, 90% adalah pria dan 67% adalah homoseksual.

Lebih Banyak dan Mudah

Dari grup seks “online” ini, 59% mengaku melakukan dengan lebih dari 7 patner dalam tahun sebelumnya dibandingkan dengan hanya 18,5% dari grup offline dan 33% mempunyai sejarah PMS dibanding 20% dari “offline” group.

Grup ini juga 2 kali lipat pernah mengalami seks anal dan melakukan hubungan seks dengan patner yang terkena HIV,keduanya berisiko terkena AIDS.

“Hanya dengan internet membuat kantor atau kehidupan rumah lebih nyaman, Internet mungkin mempermudah menemukan patner seks dan lebih efisien," kata asisten peneliti Sheana Bull dari Denver Public Health.

Department. “Anda pergi ke bar dan pilihan Anda terbatas pada siapa yang ada disana pada waktu itu. (Di internet), Anda bisa akses siapa saja." kata Paul, Webmaster di Brandon, Florida yang meminta nama akhirnya tidak digunakan menjalankan, www.swappernet.com, Web site yang berumur setahun untuk swingers (tukar pasangan seks) dari semua latar belakang dengan lebih dari 70.000 registered users.

Ia setuju bahwa internet membuat lebih mudah menemukan patner seks daripada sebelumnya, ketika orang hanya membaca iklan majalah atau nightclub.

“[Bertemu online] memang menempatkan diri pada risiko tinggi, karena mereka pertemu dengan orang-orang yang tidak mereka temui secara normal," katanya. "Tapi saya tak berpikir bahwa penelitian ini akan membuat orang menjauhi mencari patner seks online."

Salah satu sisi baiknya. Mereka yang menemukan patner via online lebih banyak menggunakan kondom daripada offline grup, mungkin dengan level risiko, mereka lebih menjaga meningkatnya risiko bahaya.

Penelitian pelengkap dalam dokumen jurnal menunjukkan bagaimana petugas kesehatan San Fransisco menggunakan internet untuk menyebarkan peringatan mewabahnya sipilis. Mereka memasang informasi itu di tempat utama chat room.

"Internet cukup ampuh digunakan oleh departemen kesehatan...langkah utama kesehatan umum era milineum," kata Dr. Kathleen Toomey dari Divisi Kesehatan Umum Georgia dan Dr. Richard Rothenberg dari Emory University di Atlanta yang menulis di editorial. (*/rita)

Anda mencari cinta di tempat yang salah?Ehm... bisa jadi, jika Anda berhubungan dengan dunia cyber untuk mencari patner seks.

Studi terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa siapa yang mencari patner seksual online berisiko tinggi terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV daripada mereka yang mencari patner dengan 'jalan tradisonal'.

“Mereka punya banyak pasangan-pasangan seksual, seks yang lebih berisiko dan lebih banyak sejarah PMS," kata Mary McFarlane, seorang peneliti psikologi di CDC di Atlanta yang langsung melakukan penelitian.

Bukan Seperti Jasa Kencan Online

Populasi ini sangat bereda dengan pria yang mencari pasangan hidup melalui online

tambah TMcFarlane, dan tidak bisa diaplikasikan ke semua 'kamar bicara' (chatting) dan pada Website-website biro jodoh.

Penelitian yang dipublikasikan belum lama ini di Journal of the American Medical Association, mempelajari grup spesifikasi tinggi tidak bertipe dari populasi umum yakni 856 orang yang mendatangi klinik di Denver untuk tes AIDS. Sekitar 2/3 dari mereka yang dites adalah heteroseksual.

85% populasi ini--yang selanjutnya dinamakan offline group — tidak mencari seks dengan orang di internet. 50%--122 pria dan 13 wanita menyatakan mereka mendapat patner seks dari internet. Dari grup itu, mereka mengaku juga sukses mencari patner seks online, 90% adalah pria dan 67% adalah homoseksual.

Lebih Banyak dan Mudah

Dari grup seks “online” ini, 59% mengaku melakukan dengan lebih dari 7 patner dalam tahun sebelumnya dibandingkan dengan hanya 18,5% dari grup offline dan 33% mempunyai sejarah PMS dibanding 20% dari “offline” group.

Grup ini juga 2 kali lipat pernah mengalami seks anal dan melakukan hubungan seks dengan patner yang terkena HIV,keduanya berisiko terkena AIDS.

“Hanya dengan internet membuat kantor atau kehidupan rumah lebih nyaman, Internet mungkin mempermudah menemukan patner seks dan lebih efisien," kata asisten peneliti Sheana Bull dari Denver Public Health.

Department. “Anda pergi ke bar dan pilihan Anda terbatas pada siapa yang ada disana pada waktu itu. (Di internet), Anda bisa akses siapa saja." kata Paul, Webmaster di Brandon, Florida yang meminta nama akhirnya tidak digunakan menjalankan, www.swappernet.com, Web site yang berumur setahun untuk swingers (tukar pasangan seks) dari semua latar belakang dengan lebih dari 70.000 registered users.

Ia setuju bahwa internet membuat lebih mudah menemukan patner seks daripada sebelumnya, ketika orang hanya membaca iklan majalah atau nightclub.

“[Bertemu online] memang menempatkan diri pada risiko tinggi, karena mereka pertemu dengan orang-orang yang tidak mereka temui secara normal," katanya. "Tapi saya tak berpikir bahwa penelitian ini akan membuat orang menjauhi mencari patner seks online."

Salah satu sisi baiknya. Mereka yang menemukan patner via online lebih banyak menggunakan kondom daripada offline grup, mungkin dengan level risiko, mereka lebih menjaga meningkatnya risiko bahaya.

Penelitian pelengkap dalam dokumen jurnal menunjukkan bagaimana petugas kesehatan San Fransisco menggunakan internet untuk menyebarkan peringatan mewabahnya sipilis. Mereka memasang informasi itu di tempat utama chat room.

"Internet cukup ampuh digunakan oleh departemen kesehatan...langkah utama kesehatan umum era milineum," kata Dr. Kathleen Toomey dari Divisi Kesehatan Umum Georgia dan Dr. Richard Rothenberg dari Emory University di Atlanta yang menulis di editorial. (*/rita)

Tidak ada komentar: